Perjalananku di mulai saat pelajaran pertama di sekolah tepatnya di bulan April. Saat itu tiba- tiba terdengar suara pengumuman dari ruang WAKASEK "pengumuman bagi siswa - siswi yang berprestasi harap segera mendaftarkan dirinya untuk mengikuti OLIMPIADE SCIENCE NASIONAL".
Teman - teman dari kelas X dan XI pun begitu antusias mengikuti olmpiade ini. Ketua kelas aku di XI IPA 1 segera mencatat nama - nama siswa yang akan mengikuti olimpiade ini. Setelah semua tercatat, data itu pun segera diserahkan kepada WAKASEK bidang kesiswaan untuk diseleksi tahap pertama di sekolah.
Olimpiade ini diikuti oleh seluruh siswa se kabupaten Tangerang dan kebetulan tempat diadakannya itu adalah disekolahku yakni di SMAN 6 KABUPATEN TANGERANG. Hari seleksi tahap pertama pra OSN telah tiba. Aku yang pada saat itu mengikuti olimpiade bidang biologi merasa tegang dengan penyeleksian ini. Disekolahku yang mengikuti OSN bidang biologi ada 12 orang, sedangkan yanng dibutuhkan hanya 2 orang. Bel pun berbunyi pertanda dimulainya seleksi hari ini. Tidak kurang dari 60 menit waktu pengerjaan selesai. Semua peserta harus meninggalkan ruang seleksi.
Keesokan harinya 1 hari menjelang OSN hasil seleksi itu diumumkan. Dan alhamdulillah aku lolos tapi nilai aku dan temanku seri. Mawar, melati, dan aku. Nahhhh,, nilai aku dan melati sama, sehingga harus ada yang mengalah karena yang dibutuhkan untuk mewakili sekolah hanya 2 orang tuk setiap bidang studi.
Pada kondisi itu akulah yang terpaksa mengalah, karena menurut aku pengetahuan tentang biologi aku belum mencukupi untuk mengikuti OSN. Dan akhirnya aku tidak mengikuti OSN bidang biologi. Disaat kesedihan sedang melanda hatiku, disaat itu pula guruku menyuruh aku untuk tetap mengikuti OSN yang akan diselenggarakan besok. Namun guruku memintaku untuk mengikuti OSN bidang kebumiaan.
Aku yang pada saat itu jelas - jelas masuk jurusan ipa, bingung, dengan bidang kebumiaan itu apa??????????
Tentang apa itu pelajaran kebumiaan?????
Sedangkan kebumiaan itu adalah pelajaran yang diajarkan di jurusan IPS dan di IPA itu tidak ada.
Tapi setelah guru-guruku membujukku, menyemangatiku, bahkan mereka membimbingku dengan sabar. Akhirnya akupun menerima permintaan guruku itu untuk mengikuti OSN bidang kebumiaan. Tapi aku bimbang, ragu, bingung, bagaimana bisa dalam waktu kurang dari 20 jam aku mampu menguasai tentang kebumiaan. Hari itu aku berusaha meminjam buku-buku ke teman-teman ku di IPS dan pada kaka-kaka kelas yang mempunyai buku-buku tentang kebumiaan. Guru-guruku pun ikut meminjamkan koleksi buku-buku mereka tentang kebumiaan, semua buku telah terkumpul.
Jujur aku bingung harus memulai dari mana. Dari buku yang mana n harus berakhir dimana. Guru-guruku juga sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga aku disuruh belajar sendiri menggali ilmu. Dalam waktu semalam aku berusaha untuk memahami tentang kebumiaan, menggali semua ilmu yang berhubungan dengan kebumiaan. Aku begadang semalaman, tidur jam 1 malam dan bangun lagi jam 3 pagi. Aku shalat tahajud n berdoa kepada Allah semoga diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi OSN hari ini.
Setelah sahalat tahajud aku pun kembali melanjutkan belajar tentang kebumiaan. Tepat jam 07.30 aku dan teman-teman yang lain telah berkumpul di sekolah. Sebelum mengikuti OSN kami semua berdoa bersama dengan para guru, berharap OSN hari ini lancar dan bisa lolos ke tingkat provinsi.
Tepat jam 08.00 kami segera memasuki ruangan masing-masing dan aku mendapat nomor urut 13, kata orang-orang angka 13 itu adalah angka sial. Tapi sejak saat itu aku berusaha untuk mengubah mitos yang selama ini beredar di masyarakat. Bahwa sebuah angka tidak menentukan nasib seseorang,, yang menentukan nasib kita adalah hanya Allah swt.
Dengan mengucap Bismillahhirrohmanirrohim, aku mulai mengerjakan semua soal-soal itu. Dengan persiapan yang sangat singkat yakni kurang dari 20 jam, aku berusaha untuk menyelesaikan semua soal itu dengan tenang. 2 jam telah berlalu, bel pun telah dibunyikan pertanda waktu untuk mengerjakan soal-soal itu telah selesai. Kami pun keluar ruangan dengan wajah pucat, seakan baru saja menghadapi ribuan musuh yang datang menghadang. Tapi apapun hasilnya kami semua pasrah, yang terpenting kami semua telah berusaha semaksimal mungkin. Manusia hanya mampu berusaha namun Allah swt. lah yang memutuskan segala sesuatunya.
Beberapa minggu kemudian hasil OSN tingkat kabupaten diumumkan. Aku yang pada saat itu berada di kelas tiba-tiba dipanggil ke ruang guru. Sampai pada akhirnya guru-gruru memberitahukan kepadaku bahwa aku mendapatkan juara 1 OSN bidang Kebumiaan tingkat kabupaten. Alhamdulillah,,, aku merasa bangga pada saat itu. Hanya ucapan rasa syukur yang tak henti-hentinya aku ucapkan pada saat itu. Ternyata bila Allah telah berkehendak apapun bisa terjadi. Asalakan kita mempunyai niat yang tulus pasti semua itu akan terlaksana.
Sungguh penghargaan yang begitu besar untukku, karena aku berhasil menjuarai OSN tingkat kabupaten dan lolos menuju tingkat provinsi. Dan yang lebih menggembirakan lagi aku diberikan beasiswa gratis bayar SPP selama beberapa bulan.
Sungguh pengalaman yang takkan terlupakan.
: eva setiawati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar